Tampilkan postingan dengan label Puisi Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ayah. Tampilkan semua postingan

Ayah - Puisi Irma Siti Umaya

|| || , || Leave a komentar

AYAH
Puisi Irma Siti Umaya

Ayah,
Tak kau kenal lelahnya kaki mu melangkah,
tak kau pedulikan terik sang surya membakar seluruh tubuh mu,
Tak pedulkkan raga mu bermandikan air yang berlomba-lomba untuk keluar,
Dan kau pun tak pernah berhenti, walau raga mu telah habis terguyur hujan..
Demi aku, anakmu, dan keluarga mu..

Ayah,
Kau pun tau, ku selalu menanti mu dibalik gelapnya malam,
dan ku sedih ketika ku tertidur, tanpa ku mendengar kata dari hati mu tuk memanggil ku..
Ketika jiwa raga, kau pertaruhkan demi sesuap nasi tuk menjalankan kewajiban mu,
bertarung melawan hantaman demi hantaman hujan,
bertarung melewati terik panas nya sang surya,
dan bertarung demi anak dan keluarga mu..

Sekarang kau tak mampu tuk melawan kerasnya dunia ini,
karena kau tak gagah seperti dulu,,
kini kau hnaya bisa terbaring lemah, menunggu yang tak pasti..
Menunggu tuk bisa melihat indahnya ilalang pagi terguyur hujan..

Dan akhirnya kau pun telah leleh termakan oleh kiduk kehidupan,
berpulang ke tempat abadi,
Ke tempat dimana kau takkan meraskan lelah,
tak kau rasakan tusukan duri yang menghantam kulit mu,
yang kau rasakan hanyalah TENANG, DAMAI, dan TENTRAM..

Bunda Dan Ayah

|| || ,, || Leave a komentar

BUNDA DAN AYAH
Puisi Dinda Aulia

Bunda Dan Ayah ..
tanpa kalian Aku tidak berapa disini ..
tanpa Cinta kalian..
tanpa kasih sayang ...

aku sangat berterimakasih dengan kalian,,
karena Cinta kalian berdua ...
Aku dapat berada di Dunia Ini

kalian merawat ku dari kecil sampai saat ini ..
betapa ingin membahagiakan kalian ..
Karena aku sering membuat mu kesal ..

Apabila kau telah tiada siapa yang menyuruh aku,makan,mandi,belajar dan lain2 ,,
kalian sangat berjasa !!
ohhh,,,aku sayang kaliann !!

Puisi Untuk Ayah - Puisi Ana Lisa Sundari

|| || , || Leave a komentar

PUISI UNTUK AYAH
Puisi Ana Lisa Sundari

Ayah,...
kutatap matamu yang berkaca-kaca
ku genggam tangan mu yang mulai lemah,
ku peluk tubuhmu yang mulai rapuhh,
kubisikan padamu , 'aku sayang padamu ayah ' ...

Ayah,
kau bekerja melawan panasnya terik mataharii ,
kau bekerja melawan derasnya hujan,
hanya demi , sesuap nasi untuk keluarga inii,
hanya demi "aku' , yang tak pernah mendengarkanmu ,

Terimakasih ayah,
kau telah mendidikku, hingga aku tumbuh dewasa,
kau telah ajar kan aku, arti hidup ini,
dan karenamu, aku mampu ciptakan puisi ini hanya untukmu 'ayah',

Ayah dan Ibu

|| || ,, || Leave a komentar

AYAH DAN IBU
Puisi Endah Ayunda Sari

Kecil ku penuh dengan keinginan
Setiap hari ku selalu dipenuhi permintaan
Menginginkan apa yang tidak dibutuhkan
Tidak peduli bagaimana caranya harus ku dapatkan

Lihatlah!
Kini aku sudah besar.
Tapi apa yang sudah ku berikan?
Masih saja mengangkat kedua tangan

Ayah yang mulai rapuh
Tangan-tangannya tidak sekuat dulu, kakinya tidak setegak dulu
Mencari nafkah demi aku anak mu

Ibu yang dulu mengandung ku
Menyusui ku, membesarkan ku dengan kedua tangannya
Dengan seluruh jiwa dan raganya

Aku tidak tau bagaimana cara membalasnya!
Saat aku tersadar, aku tidaklah akan abadi bersama mereka,
Aku tidaklah akan selalu melihat mereka.
Jauh darinya, apa aku mampu?
Aku hanya seorang anak yang sudah terbiasa hidup dan berada dalam dekapan keduanya.

Aku berdoa
Berdoa, kelak..
Siapa yang lebih dulu tiada.
Aku ataupun mereka
Aku berharap dapat membahagiakan keduanya
Dapat melihat kedua orang tua ku tersenyum
Dan berkata
"Tidaklah kita sia-sia membesarkannya"

Terimakasih ayah..
Ibuu...

Puisi untuk Ayahandaku Tercinta

|| || , || Leave a komentar

PUISI UNTUK AYAHANDAKU TERCINTA
Puisi Abdul Muhyi

Oh tuhan
Seandainya kau kembalikan dia padaku
Walau sekejap saja

Aku akan selalu berada di dekatnya
Merangkulnya
Meremas jemarinya
Mendengar pepatahnya yang sahdu
Membasuh kakinya yang kokoh
Mencium bau keringatnya yang segar
Menatap kedipan matanya yang lembut
Merasakan hembusan nafasnya yang hangat
Mendengar desiran aliran darahnya yang bergemuruh penuh asa

Oh tuhan
Seandainya kau kembalikan dia padaku
Aku akan menari untuk istirahatnya
Bernyanyi untuk istirahatnya
Tertawa untuk istirahatnya
Tertawa bersamanya
Tidur bersamanya diranjang empuk yang wangi akan parfum kesayangannya.

Puisi "Ayahku"

|| || ,, || Leave a komentar

AYAHKU
Puisi Siti Halimah

Walaupun kau sering memarahiku,
Walaupun kau sering menegurku,
Kau tetap Ayahku.
Ayah yang baik bagiku dan keluarga.
Ayah yang menafkahiku tanpa jera.

Kau yang membuatku sadar Ayah,
bahwa hidup itu adalah tantangan.
hidup itu adalah kenyataan yang harus dihadapi tanpa mengenal rasa takut.

Terima Kasih ya Ayah...
Kau adalah pelindungku dan keluarga...

Bapak, ini Tentang Rinduku

|| || , || Leave a komentar

BAPAK INI TENTANG RINDUKU
Puisi Kang Barok

"ku tulis petuahmu dihatiku
dengan cahaya tinta menyala
agar hati dan jiwa ini terang dari gelap
ketika fitnah dunia ingin melahap

surbanmu lusuh oleh pengalaman
namun tetap putih oleh ilmu
keringatmu masih tercium
tiap kali bibir ini memanggilmu

Bapak, ingatku tanpa segan dulu naik ke bahumu, bahkan
beranjak besar tanpa sadar membebani bahumu
aku belum cukup berbakti

setelah kini engkau mempunyai menantu..
sadar'ku sepi merangkulmu , sedang
aku tetap belum tegap berdiri
tanpa petuah dan bimbingan yang sesering dulu
yang lelahku berakhir dipangkuanmu
dan belaianmu segarkan semangat...
aku masih belum cukup berbakti

maka gelisahku diseberang jalan ini
termenung rindu menatap awan berarak
arahnya mengajakku pulang
'ku hanya tersenyum menitip salam
" Bapak, doakan anakmu menjadi seperti harapan
yang tiap sujud kau bisikkan..."
aku masih masih belum cukup berbakti,

maafkan anakmu...

by: antologi puisi kangbarok

Puisi Kembalikan

|| || ,,, || Leave a komentar

KEMBALIKAN
Puisi Dias Nurhadias

sekarang aku sendiri
esok entah siapa lagi yang pergi
lelah kutatapi sepi
siang pagi dijejali elegi

malam tetap saja
tenggelam tanpa irama gundah
setiap jendela ku telaah
telingaku tetap tak remah

sempat aku mengarib keluh
relakan asa pergi menjauh
sepi menjadikanku rubuh
rubuh hingga tersimpuh

aku ingin bising tawa ayah kembali
aku ingin nenek memekik nama ku lagi
aku ingin mendengar sahabtku bernyanyi
aku ingin mereka hadir  . . !!
meski tanpa nyawa seperti sediakala

Mana Rasa Belas Kasihmu?

|| || , || Leave a komentar

MANA BELAS KASIHMU?
Puisi Feby Rizqi

Ayah ..
Dirimu tak tau
Seberapa besar dosamu kepada kami
Mungkin kau hanya tau
Masih adakah rasa belas kasih kami untukmu

Tidak ada rasa belas kasih kami untukmu
Karna engkau..
Hidup kami sengsara
Hidup kami menderita

Apa kau tak ingat
Kau sudah meninggalkan kami begitu saja
Kau sudah telantarkan kami
Mana rasa belas kasihmu untuk kami ?

Aku sungguh menyesal
Mempunyai ayah sepertimu
Yang tak tau dosa
Dan rasa belas kasih

Ayah

|| || ,, || Leave a komentar

AYAH
Puisi Ndah Nurul Sapitri

ayah
kou sgla nya bgii ku
semua pnyeslan yg ttrjadii slama nii ttlah ku rasa kan
knii tak bisa lgii ku mngucap maap
dan blang klo ku tllah mnysal bllum bsa buatt mu bhagiia

ayah
hnya do'a yg ckrang aku bsa brikan pda mu
smoga kou d sana bhagia
dan d tmpatt khant d sisi nya

ayah
kini aku rindu pada mu yah
kini rasa nya ku brttemu , trtawa , bcanda breng lgii yah
v smua k'inganan ttuh tak khant prnah ttrjadii
dan hnya knangan yg bsa ku ingett saat btrsama mu
v aku yakin di sana kou mndo'a kan aku yah
dan aku janji khant ku jga ibu dan adik - adik ku sesuai dngn k'inginan mu yah :(

Hanyalah Peninggalan

|| || ,,, || Leave a komentar

HANYALAH PENINGGALAN
Puisi Hugo Gian

Liak liuk tangga itu semakin tinggi dan meninggi
Jika nantinya jatuh itu akan sakit
Jika nantinya terbang dan nanti juga jatuh
Dan itu sakit... dan itu lara... dan itu musnah

Debu tinggallah debu
berbeda dengan apa yang dijanjikan ibu
Berkata dulu ayah
Tanah terjanji itu akan segera datang

Ayah pasti membual
Ayah pasti tak akan benar

Ibu tak pernah jadi debu
Walaupun esok jadi abu
Ibu akan tetap tinggal
Tapi tidak akan ada yang tertanggal

Andaikan benang-benang kusut itu saling beradu lagi
Semua kerumitan menjadi- jadi dan terjadi
Oh hidup.... terlalu bergantungkah aku padamu?
aku mencintai diriku tapi tidak dengan dosa asalnya..

Ayahku seorang yang tidak baik
Ibuku juga belum orang yang sempurna
Orang tua tidaklah selalu terdepan
garda yang terdepan tetap di tanganMu

Dosa ayah menjadi dosaku
Dosa ibu menjadi dosaku

Ayah dengan tanah terjanjinya itu adalah mimpiku
Ibu dengan naungannya adalah tempat tinggalku
dan aku tidak akan pernah meninggalkan mimpiku
Tanah terjanji yang berupa tempat ku bertinggal

Oh dosa Ayah
Wahai dosa ibu
denganmu aku hidup
denganmu aku merajai hariku selalu

Andai waktu nanti datang
Janganlah Kau datangkan terlalu cepat
Berilah kami kesempatan walaupun sekelibat kilatan petir
supaya aku bisa menebus dosa tinggalan ayah ibu

Dan nantinya andaikan aku mati nanti
semua malaikat meniup terompet
dosa asal itu sudah pergi
serta tinggallah aku dengan ayah dan ibu tanpa sekelumit dosa di atas sana

Dosa tetaplah dosa
Asal tetaplah asal
dosa asal tak pernah asal dan selalu tinggal
Namun Dia yang merajai waktu
tidak akan selalu melekatkan dosa asal
Selalu.....

Selalu
Padamu
Padaku
Pada Ayah
Pada Ibu
dan pada tua tua yang ada