Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Cara Deface Web Dengan Lokomedia

|| || , || Leave a komentar


cats
               Cara ini sebenarnya adalah cara lama. Mungkin sudah banyak web yang tahu cara ini dan segera mempatch webnya, namun saya yakin pasti ada beberapa yang belum update.




Baiklah berikut caranya :

1. Kita disini menggunakan dork, copy dork berikut ke kotak pencarian google allinurl:media.php?module=berita

2. Di hasil penelusuran terdapat beberapa web, utamanya web indo. Anda buka salah satunya.

3. Setelah anda buka, coba anda masuk ke halaman login adminnya. Anda bisa menemukannya dengan menambahkan /admin/ ataupun /administrator/
Contoh : www.site.com/admin/ atau www.site.com/administrator/
Namun tidak semua web halaman loginnya begitu

Berikut contoh halaman login sebuah web

cats



4. Jika anda menemukan halaman loginnya, anda tambahkan ini ke belakang url'nya /content.php?module=banner
Contoh : www.site.com/admin/content.php?module=banner

5. Jika berhasil, anda klik "tambah banner"

6. Isi kolom tersebut dengan benar. Kolom link bisa anda dikosongi, kolom nama silahkan isi terserah, kolom terakhir isi dengan shell anda

7. Kita check shell kita work atau tidak dengan cara buka www.site.com/admin/foto_berita/shell.php

8. Jika berhasil terbuka berarti shell anda sukses tertanam pada web tersebut, anda bisa pindahkan web shell itu pada folder web yang lebih aman agar shell dapat bertahan lama.

9. Untuk eksekusi, anda bisa rubah file index.php nya dengan script deface anda.

Selesai. Semoga bermanfaat ^_^

Sembilu Menusuk Qalbu

|| || , || 1 komentar

SEMBILU MENUSUK QALBU
Puisi Arif Ilham

Aku disini terdiam kaku,
Tersentak tanpa kata,
Seakan dunia gelap oleh kabut malam,
Cahaya matahari pun hilang ditelannya,
Ku mencintai bukan membenci, namun,,

Ketika ku coba tuk memahami arti CINTA sebenarnya,
Kenapa hanya lirih luka yang ku dapat..?
Kini kucoba untuk merajut kembali kapas putih itu,
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan sebuah bambu yang teramat tajam,
Kau cabik-cabik seolah tak punya perasaan,,

Aku hanya bisa membisu melihatnya,
Seakan pasrah dengan semua yang kulihat,
Mungkin ini karna kumencintai,
Tapi bukan aku yang dicintai,
Semoga kau bahagia dengan lukaku ini,
Semoga kau tenang dengan penderitaan hatiku ini,
Sesungguhnya Tuhan melihat,
Mendengar dan merasakan apa yang ku rasa dia tak diam,
Tapi dia selalu mendengar doa ku,

Berdua Di Pantai Cinta

|| || , || Leave a komentar

BERDUA DI TEPI PANTAI
Puisi Erick Hidayat

Terlihat kuning-kemerahan rona sang surya
yang perlahan kian tenggelam� renangi angkasa
dengan ribuan tajuk, bersama senja�
di pantai cinta.

Sejenak kau rebahkan kepala
dibahu kiriku� nikmati sapaan semilir
angin pantai yang manja terasa,
seiring dengan burung camar bercengkrama
ditengah gemuruh ombak menerpa
bebatuan karang didepan kita.

Perlahan kau tengadahkan wajah�
tatap aku dengan binar mata bertafsir kasih.
Entah apa yang kau inginkan saat itu..?
Hanya satu yang termaktub di hati;
Ya, kau hanya menginginkan aku�
Hingga erat kau peluk aku
seiring dengan bayang malam menjelang
dan burung-burung terbang pulang.

Ditengah malam genangi hari;
Kulihat purnama berseri.
Sinarnya begitu lembut, belai
wajah kita dengan sentuhan damai.
Air laut terlihat hitam-keperakan
dari kejauhan.
Angin berhembus hidangkan
hawa dingin� memaksa kita
�tuk saling lekatkan jemari.

Lalu kau bawa aku berdiri�
Simak nyiur yang berderet� melambai
disetiap sudut pantai.
Rambutmu yang hitam panjang, kau biarkan terurai
hingga sesekali menutupi di wajah.
Seketika kau tersenyum� merapat
seraya menggenggam kedua tangan ini,
�A Erick aku sayang kamu�� kau kecup hangat bibirku
�Aku pun sayang kamu, Debi�� jawabku haru.
Sesaat kupandangi bintang, bulan
serta debur ombak di lautan�
hingga mengingatkan aku akan
ciptaan-Nya yang mengagumkan, dan
ia sebagai anugerah- Nya yang tak terlupakan.

Copyright � Erick Hidayat

Pesona Bunga Yang Sirna

|| || , || Leave a komentar

PESONA BUNGA YANG SIRNA
Puisi Erick Hidayat

Tangisan dari harapan
dan goresan dari ingatan,
kini menjelma kembali di lubuk hati.
Ya...ketika pertama kali aku mengagumi
kepolosan dan kemurnian dari setangkai bunga yang wangi.

Dua musim kulalui bersamanya dalam ikatan janji
saling menyayangi. Siang dan malam pun kunikmati
seiring dengan warna-warni bumi.
Wanginya yang khas senantiasa hiasi
hari-hariku menjadi jauh lebih berarti.
Oh�betapa bahagianya hati ini.

Namun, seiring dengan waktu berlalu.
Rasa sayangku pada bunga itu perlahan-lahan memudar.
Segala corak dan warna yang dulu sempat kukagumi pun seketika sirna.
Karena dia. Ya...karena dia telah mengkhianati janji
dan kesetiaan yang selama ini kukemas rapi dalam hati.
Sunggguh aku tak mengerti. Betapa mudahnya ia melepas diri
setelah sekian lama aku merawat dan menjaganya sepenuh hati.

Aku tak mampu menahan pedihnya luka ini.
Hingga akhirnya aku pasrah diri. Dan berjanji
untuk meninggalkannya. Karena tak mungkin,
tak mungkin aku menghirup kembali
aroma bunga yang sudah tidak wangi lagi.
Tak mungkin aku bisa menjamah lagi
tangkai bunga yang sudah dipenuhi duri.

Mugkin suatu saat nanti dia akan mengerti,
dia akan menyesali atas durinya yang telah menyakiti.
Itupun jika ia masih memiliki hati nurani.
Dan, andai saja nanti
Aku menemukan kembali bunga yang wangi,
Kuharap corak dan warnanya jauh lebih berarti.
dan wanginya kan slalu abadi dalam hati.

Copyright � Erick Hidayat

Kerinduan di Kota Perantauan

|| || , || Leave a komentar

KERINDUAN DI KOTA PERANTAUAN
Puisi Ashterwulandary

Dingin,,,,kala merasuki sukma rapuh ini...
Berselimut sepi,,,sunyi,,,,dan sendiri....
Aku masuki hari baru dalam kisah ini...

Langkahku,,,
Berpijak di atas pulau kecil ini,,,

Sedetik,,,berlalu,,,,
Satu jam berganti hari...
Bulan pun berganti tahun...

Saat saat datang mengundang iri...
Kala menatap hari ini kan usai,,,
Rindu ini kian menjadi duri,,,

Memilu mengiris diri..
Ingin kembali namun tak mampu menggapai...
Ingin memeluk namun tak sampai...
Malam yg larut...& kian dingin,,,
Sambutlah curahan hati,,,
Sang pengembara masa ...
Yang tengah gelisah memendam kerinduan...
Di kota perantauan

Pada siapa ku curahkan ...
Jika bukan pdmu malm...

Pada siapa ku adukan
Jika bukan padamu alam...

Disini q menanti,,,akan datangnya hari...
Dimana q kan kembali,,,
Membasuh rasa rindu dlm hati...

Kenangan Terindah - Puisi Ristanti Indrayaning Tyas

|| || , || Leave a komentar

KENANGAN TERINDAH
Puisi Ristanti Indrayaning Tyas

Kain putih dulu, telah terukhir indah bagai permata�
Ukiran indah wajah yang slalu ku ingat �
Saat ku sedih, kau penghibur dukaku �
Saat ku kehilangan arah, kau bagai kompas hidupku�
Saat ku gundah, kau penyemangat hari-hari ku�.
Rintangan demi rintangan dilalui dengan suka dan duka bersama..
Senyuman dan tawa riangmu adalah inspirasi langkahku�
Disaat kau tak ada, ku tak berdaya dan lemah�

Sekarang, kau telah tidur di sana dengan mimpi indahmu�.
Hanya tangisan yang bisa ku lakukan untuk mengingatmu�.
Saat kita bermain di taman itu, kau berjanji kepadaku,
�ku takkan pernah meninggalkanmu.�
Ketahuilah wahai sahabat, kenangan itulah kenangan terindah yang kumiliki saat bersamamu�.
Dan takkan pernah ku lupakan slalu untuk sepanjang hidupku�.

Tepian Jalan

|| || , || Leave a komentar

TEPIAN JALAN
Puisi Vinka Cintia Dewi

Kaki gontay menapak langkah
Menopang raga yang tak bertuan
Riuh angin menyibak keheningan
Mengiringi dentuman kaki dalam setiap ayunan
Berjalan... melangkah...
Berjalan.. dan terus melangkah..
Tak ingin ku berhenti
Tak dapat pula kembali
Hanya ingin berjalan dan terus berjalan
Memandang ke depan
Menjauhi segala keasingan
Mencari ingatan yang perlahan pudar

Ku ayunkan satu demi satu
Langkah demi langkah
Tak peduli duri dalam tanah
Tertatih ku dalam perih
Namun ku harus tetap melangkah
Hingga di akhir ayunan kakiku terhenti
Karena tepian jalan yang ku temui
ku tertunduk
Tak kuasa menopang raga ku berdiri
Hanya tanah yang kini dapat kucium

Kosong - Puisi Nurul Laily

|| || , || Leave a komentar

KOSONG
Puisi Nurul Laily

Pikiran hampa membawa kekosongan
Melayang jauh menembus langit dunia
Saat bintang memberikan kedipnya
Tapi semua kosong tak berisi
Teringat saat bulan menyapa
Sayup angin membisikkan kesedihannya
Rumput meratapi kehancuran
Air mata langit jatuh membelah bumi
Tapi tak seorangpun mau terima

Kehadiran sebuah kenyataan
Tersadar oleh rayuan mentari
Tetesan embun jatuh dari mata hati
Membawa jiwa dalam kalbu
Hati memanti lilin menyala

Sang Mentari - Puisi Siti Halimah

|| || ,, || Leave a komentar

SANG MENTARI
Puisi Siti Halimah

Ketika sang mentari mulai memperlihatkan wujudnya,
Bumi,tanah,dan langit berkata...
Bangunlah....
Hari yang baru mulai menghampiri....

Percaya atau tidak,
Bumi,tanah,dan langit memang selalu mengingatkan kita....

12 jam sang mentari menemani hari-hari kita....
Menyinari dunia tanpa lelah....

Andai sang mentari bisa berbicara,
Pasti dia akan berkata....
Janganlah kalian memarahiku...
Janganlah kalian membenciku....
Karna ini semua kulakukan atas titah dari penciptaku.... "

Penantianku - Puisi Santy

|| || , || Leave a komentar

PENANTIANKU
Puisi Santy

Rasa sepi tanpa kehadiranya,..
membuatku merasakan dingin malam kesunyian,.
Menunggu tanpa kepastian,
Melamun tanpa tujuan,..

Perpisahan Q dengannya,
suatu hal yang sangat berharga,
membuatku ingin slalu mengenangnya,
dan takkan pernah terlupakan,.

Tapi,..
Ku sadar,itu hanya sebuah khayalan belaka,.
yang menggores luka,
penantianlah yang bisa kulakukan,
meski Q tak pernah tau,.
kapan akan berakhir penantianku ini,...

Dari Masa Lalu

|| || , || Leave a komentar

DARI MASA LALU
Puisi Buebong


Kuhidangkan secangkir teh untukmu
Diatas meja tanpa bunga
Sejenak kita hanya berdiam diri
Bagai kehilangan kata-kata
Setelah pembicaraan hanyalah
Perbincangan tanpa makna
Barangkali kau tak tahu
Cara tuk mengutarakannya.
"Jangan , jangan kau katakan apapun."
( kataku dalam hati )
Isyarat di matamu cukuplah bagiku.
Senja telah turun
Kau berpamit diri .....

Senja demi senja berlalu sudah

Kau tak datang lagi . . . . .
Hampir tak kuasa
Ku menepis rindu
Setelah sekian lama kumerajut
Benang sutera ungu untukmu

Kini kuluangkan waktu
Disela rasa lelahku
Tuk merangkai kata
Biar tak kulupa , lantaran
Ku semakin bertambah tua
Tulisan ini akan mengingatkanku
Bahwa Kau .....
Pernah hadir dihatiku

Salam rindu tuk kamu

Laut - Puisi Windha Leztary

|| || , || Leave a komentar

LAUT
Puisi Windha Leztary

Laut,,,,,,
kau bgitu indah bila dipandang.
Hamparan pasir disana..........
membuatku terkejut.......
Nelayan mencari engkau
hanya ntuk mendapatkan ikan

Laut..........
di dalamu trdpat berbagai keindahan
Seperti;ikan,terumbu karang,dan masih banyak lagi/....
Aku akan selalu menjagamu...

Hal Terindah

|| || , || Leave a komentar

HAL TERINDAH
Puisi Nena

Melihat senyummu
Bagai sukma yang merasuk
Terangi hari bahagiakan diri
Membuat ku kuat berdiri

Mendengar suaramu
Bagai lantunan nada yang indah
Mengiri langkah kaki
Menemukan bahagia

Bertemu dengan kamu
Adalah hal terindah yg q alami
Memberi semangat d hidup ku
Dan ku sambut bahagia ku nanti....

Rintih Perih

|| || , || Leave a komentar

RINTIH PERIH
Puisi Choirunnas

Bergerak tanpa kata
Tersenyum tanpa irama
Menatap hati jadi arang
Terbakar akal bulus cinta*

Ku termenung di senja ini
Kedholimannya kala itu
Selalu lekat dalam benak
Sukar hilang rintih perih ini*.

Kuat kokoh otot ini
Tak mampu bendung
Deras airmata
Cinta yang di dusta

Kuyub sudah buku ceritaku
Yang ikut sedihi perihku
Sebab dusta cintamu
Tak pikir perih hatiku

Pergulatan Ruang Batin

|| || ,, || Leave a komentar

PERGULATAN RUANG BATIN
Puisi Handaka Sugito

Awalnya hanya sebuah cerita seperti halnya cerita pepesan kosong yang tiada berarti. Runtut dalam kesedihan panjang yang tersusun bertumpuk menyesakkan dada. Terurai bak sebuah kisah dalam telenovela. Kadang tertawa meski sebenarnya menangis. Kadang menangis meski sebenarnya tertawa. Yah....mentertawakan durasi sebuah cerita pergulatan batin yang diyakini sebagai sebuah pengabdian dan ketulusan.

Meski sejenak untuk sekedar menyisihkan waktu, coba memahami sequil cerita dari empunya. Pembaktian dirinya yang luar biasa menimbulkan rasa haru. Kepedihan hatinya menimbulkan rasa hormat. Bukan basa-basi, bukan pula sebuah elegi yang pantas ditertawakan. Tidak pula lantas bisa dikatakan sebuat ironi dalam perjuangan sebuah bahtera kehidupan.

Dalam kesendirian, menerawang sebuah angan untuk berbagi. Menyusun dan menuliskan sepotong cerita yang tak sempat terselesaikan. Mematrikan sebuah makna agar dapat dikenang. Lalu...tersendat karena waktu.

Beristirahatlah untuk menikmati kedamaian rasa cinta, meski hanya secuil. Biarkan rasa itu perlahan merayapi kening....damai. Biarkan rasa itu mulai memberkahi lebih dari sekadar pelarian derita. Cinta itu akan memberi kekuatan emosional untuk tetap tegar melangkah dalam membimbing dan mengarahkan buah kasih dalam perjalanan panjang.

Berhentilah dari perasaan menyiksa diri dengan pertanyaan �kenapa ?�. Terkadang emosi hanya bisa menyalahkan siapa, tanpa peduli dengan pertanyaan "apa ?".

Percayalah...diujung pencarian masih ada setapak jalan untuk melangkah. Masih ada haru yang akan mengobati luka. Masih ada ruang sempit untuk memasang bingkai. Masih ada kesopanan & penghargaan yang pantas diterima. Hanya soal kepedulian yang mungkin ter-kesampingkan, tapi percayalah....bahwa berbagi cerita dalam pergulatan peluh akan mengobati rasa duka.

Ketika detak nafas mulai berpacu dan bulir keringat memberikan kesaksian, mungkin kedamaian akan sedikit melegakan. Lalu.......satu demi satu rangkaian kata akan kembali tertata memahatkan sebuah cerita yang takkan terlupa.

Samarinda, 15 April 2012

Puisi Untuk Sahabat - Puisi Handaka Sugito

|| || , || Leave a komentar

PUISI UNTUK SAHABAT
Puisi Handaka Sugito

Sahabatku...
Malam ini aku ingin bersyair untukmu
Telah aku mengerti sederet kata yang kau susun dalam pedih
Telah aku jiwai dalamnya perasaan yang kau pendam
Telah aku maknai tulus cintamu dalam ketegaran

Sahabatku...
Malam ini aku ingin berbagi untukmu
Seberat apapun masalahmu
Sekelam apapun beban hidupmu
Jangan pernah berlari ataupun bersembunyi
Jangan pula kau tak menyapa dengan menutup diri
Mari berbagi dalam kerinduan
Berpeluk erat dalam persahabatan

Sahabatku...
Malam ini aku ingin melihatmu dalam senyum
Tertawa dalam sebuah episode kehidupanmu
Percayalah sahabat, bahwa hidup tak selamanya manis
tak selamanya pahit
tak pula selamanya getir
Aku bisa memahami tentang tangismu yang pedih
Akupun mengerti tentang tawamu yang perih
Tapi aku yakin....ketegaranmu akan berbuah manis

Sahabatku...
Malam ini aku ingin bertasbih untukmu
Ya Allah...rasa syukurku untukMu semata
Aku bersimpuh dalam gelap heningMu
Kabulkanlah harapan sahabatku yang terpekur dalam do�a
Berikan kebahagian sebanyak bintangMu yang menyaksikan
Berikan terang hatinya sebening air matanya yang berderai
Berikan masa depan yang luas seperti lautMu yang biru
Berikan warna indah seindah warna pelangiMu
Berikan ketegaran sekuat karang ditengah lautMu
Berikan pandangan sejauh cakrawalaMu

Sahabatku...
Malam ini aku mengirim rindu untukmu
Rindu dalam persahabatan
Hangat dalam peluk kebersamaan

Samarinda, 15 Pebruari 2012

Inilah Aku

|| || ,, || Leave a komentar

INILAH AKU
Puisi Handaka Sugito

Inilah aku...
Aku yang begitu mengagumimu
Aku yang begitu takjub karenamu
Aku yang begitu bangga menjadi bagian dalam sejarah hidupmu

Inilah aku...
Aku yang selalu melihat senyum manismu
Aku yang selalu mendengar ceritamu
Aku yang selalu menatap mata indahmu
Aku yang selalu berharap mendengar suaramu

Inilah aku...
Aku senantiasa memohon agar kau tak pergi
Aku senantiasa bermohon agar kau tak menyesali diri
Aku senantiasa bermohon agar kau tak menangis lagi
Aku yang senantiasa mencoba untuk berbagi
Aku yang senantiasa mencoba untuk slalu ada dihati

Inilah aku....
Aku sangat menyayangimu...
Meski aku sadar, bahwa rasa sayang itu saja tak cukup
Meski aku sadar, bahwa kebahagian untukmu belumlah cukup
Tapi aku yakin, bahwa itu semua hanya soal waktu yang serasa belum cukup
Karenamu hari-hariku menjadi lebih hidup

Samarinda, 20 Pebruari 2012

Aku Takut Mencintaimu

|| || ,, || Leave a komentar

AKU TAKUT MENCITAIMU
Puisi Handaka Sugito   �

Maafkan aku....tapi aku harus berkata jujur
Aku takut mencintai kamu, bukan karena aku tak dapat mencintai
Bukan pula karena seribu alasan tentang cintaku yang habis terbagi
Tapi aku takut ketika cinta ini tak dapat seutuhnya kau miliki
Kenapa ? karena saat itulah aku mulai menyakiti hatimu

Maafkan aku....tapi aku harus berkata jujur
Terlalu kejam memang, tapi ungkapan nuraniku berkata seperti itu
Bahkan teramat kejam, jika aku memaksa untuk mengatakan cinta itu padamu
Terlalu naif kalau aku berharap tumbuh cinta, tapi duka yang aku semai
Kenapa ? karena aku tak mau melihatmu menangis

Maafkan aku....tapi aku harus berkata jujur
Adakah yang salah tentang cinta itu
Tidak rasanya !
Ini bukan salahmu...
Tidak pula salahku...
Tidak juga salah siapapun untuk berharap memiliki dan dimiliki
Kenapa ? karena aku tak bisa melihatmu bersedih untuk kesekian kali

Maafkan aku....tapi aku harus berkata jujur
Biarlah cinta itu ada dan tumbuh diantara kita
Waktu akan menjadi saksi
Bahwa kejujuran tentang cinta tak cukup berarti
Kenapa, karena ketika cinta tak dapat memiliki dan dimiliki rasa benci itu akan terbawa mati

Maafkan aku....tapi aku harus berkata jujur
Ada lirik tentang rasa sayang di sisi batinku yang lain
Ada ungkapan kata yang lebih dalam tentang cinta itu
Menyayangi kamu dengan tulus
Merindukan kamu dengan ikhlas
Kenapa, karena rasa itu tak pernah bohong

Maafkan aku....tapi aku harus berkata jujur
Aku akan hadir untukmu setiapkali dengan sejumput harapan
Rasa sayangku ada saat kau berkubang dalam kehampaan yang tertahan
Kehangatan rasa itu akan menyelimuti hatimu yang menggigil kedinginan
Kata indahku akan tersusun untuk melantunkan kidung rindu kehidupan
Kenapa, karena sayangku lebih dari sekedar yang kau harapkan

Samarinda, 18 Maret 2012

Derita Tercampur Luka - Puisi Siti Halimah

|| || ,, || Leave a komentar

DERITA BERCAMPUR LUKA
Puisi Siti Halimah

Debu tercampur luka
menyayat hati bak daging sapi
melumurkan rasa bersalah yang tak terampuni....

Kelopak mawar yg dulu mekar,
kini telah pudar bersama luka...

Apa dunia yang salah ?
apa hidupku yang salah ?
atau....
apa takdirku yang salah ???

Kudambakan dirinya...
ku puja-puji dirinya...
ku sanjung-sanjung dia sampai dia senang....

Sungguh sedih...
sedih sekali...
setiap hari...
setiap waktu....
hanya bisa menciumnya lewat udara...

Walau bumi memang bertujuan lain...
biarlah aku mengalah....
biarlah aku menderita karna kisah cintaku...

Semangat Tanpa Kata Menyerah

|| || , || Leave a komentar

SEMANGAT TANPA KATA MENYERAH
Puisi Kingleon Love Gambutland

Walau hidup penuh kesusahan dan kesedihan duniawi.
Namun tak semua nya begitu.
Terus lah berjuang dan buktikan pada dunia ini.
Suatu saat nanti kita akan terasa nyaman dan bahagia selalu.

Jika hidup terasa berat tuk di lalui.
Maka lalui lah dengan kesabaran dan ketawakalan.
Dan jika hidup terasa rumit tuk di jalani.
Maka jalani lah dengan penuh ke percayaan diri.

Jangan lah di pendam sendiri semua kesulitan dan kesusahan.
Karena bisa membeban kan semua nya yang di inginkan.
Maka berbagilah kepada sahabat dan semua teman.
Agar hidup ini bisa terus terasa nyaman dan ringan.