Tampilkan postingan dengan label Puisi Patah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Patah Hati. Tampilkan semua postingan

Sembilu Menusuk Qalbu

|| || , || 1 komentar

SEMBILU MENUSUK QALBU
Puisi Arif Ilham

Aku disini terdiam kaku,
Tersentak tanpa kata,
Seakan dunia gelap oleh kabut malam,
Cahaya matahari pun hilang ditelannya,
Ku mencintai bukan membenci, namun,,

Ketika ku coba tuk memahami arti CINTA sebenarnya,
Kenapa hanya lirih luka yang ku dapat..?
Kini kucoba untuk merajut kembali kapas putih itu,
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan sebuah bambu yang teramat tajam,
Kau cabik-cabik seolah tak punya perasaan,,

Aku hanya bisa membisu melihatnya,
Seakan pasrah dengan semua yang kulihat,
Mungkin ini karna kumencintai,
Tapi bukan aku yang dicintai,
Semoga kau bahagia dengan lukaku ini,
Semoga kau tenang dengan penderitaan hatiku ini,
Sesungguhnya Tuhan melihat,
Mendengar dan merasakan apa yang ku rasa dia tak diam,
Tapi dia selalu mendengar doa ku,

Pesona Bunga Yang Sirna

|| || , || Leave a komentar

PESONA BUNGA YANG SIRNA
Puisi Erick Hidayat

Tangisan dari harapan
dan goresan dari ingatan,
kini menjelma kembali di lubuk hati.
Ya...ketika pertama kali aku mengagumi
kepolosan dan kemurnian dari setangkai bunga yang wangi.

Dua musim kulalui bersamanya dalam ikatan janji
saling menyayangi. Siang dan malam pun kunikmati
seiring dengan warna-warni bumi.
Wanginya yang khas senantiasa hiasi
hari-hariku menjadi jauh lebih berarti.
Oh�betapa bahagianya hati ini.

Namun, seiring dengan waktu berlalu.
Rasa sayangku pada bunga itu perlahan-lahan memudar.
Segala corak dan warna yang dulu sempat kukagumi pun seketika sirna.
Karena dia. Ya...karena dia telah mengkhianati janji
dan kesetiaan yang selama ini kukemas rapi dalam hati.
Sunggguh aku tak mengerti. Betapa mudahnya ia melepas diri
setelah sekian lama aku merawat dan menjaganya sepenuh hati.

Aku tak mampu menahan pedihnya luka ini.
Hingga akhirnya aku pasrah diri. Dan berjanji
untuk meninggalkannya. Karena tak mungkin,
tak mungkin aku menghirup kembali
aroma bunga yang sudah tidak wangi lagi.
Tak mungkin aku bisa menjamah lagi
tangkai bunga yang sudah dipenuhi duri.

Mugkin suatu saat nanti dia akan mengerti,
dia akan menyesali atas durinya yang telah menyakiti.
Itupun jika ia masih memiliki hati nurani.
Dan, andai saja nanti
Aku menemukan kembali bunga yang wangi,
Kuharap corak dan warnanya jauh lebih berarti.
dan wanginya kan slalu abadi dalam hati.

Copyright � Erick Hidayat

Rintih Perih

|| || , || Leave a komentar

RINTIH PERIH
Puisi Choirunnas

Bergerak tanpa kata
Tersenyum tanpa irama
Menatap hati jadi arang
Terbakar akal bulus cinta*

Ku termenung di senja ini
Kedholimannya kala itu
Selalu lekat dalam benak
Sukar hilang rintih perih ini*.

Kuat kokoh otot ini
Tak mampu bendung
Deras airmata
Cinta yang di dusta

Kuyub sudah buku ceritaku
Yang ikut sedihi perihku
Sebab dusta cintamu
Tak pikir perih hatiku

Pergulatan Ruang Batin

|| || ,, || Leave a komentar

PERGULATAN RUANG BATIN
Puisi Handaka Sugito

Awalnya hanya sebuah cerita seperti halnya cerita pepesan kosong yang tiada berarti. Runtut dalam kesedihan panjang yang tersusun bertumpuk menyesakkan dada. Terurai bak sebuah kisah dalam telenovela. Kadang tertawa meski sebenarnya menangis. Kadang menangis meski sebenarnya tertawa. Yah....mentertawakan durasi sebuah cerita pergulatan batin yang diyakini sebagai sebuah pengabdian dan ketulusan.

Meski sejenak untuk sekedar menyisihkan waktu, coba memahami sequil cerita dari empunya. Pembaktian dirinya yang luar biasa menimbulkan rasa haru. Kepedihan hatinya menimbulkan rasa hormat. Bukan basa-basi, bukan pula sebuah elegi yang pantas ditertawakan. Tidak pula lantas bisa dikatakan sebuat ironi dalam perjuangan sebuah bahtera kehidupan.

Dalam kesendirian, menerawang sebuah angan untuk berbagi. Menyusun dan menuliskan sepotong cerita yang tak sempat terselesaikan. Mematrikan sebuah makna agar dapat dikenang. Lalu...tersendat karena waktu.

Beristirahatlah untuk menikmati kedamaian rasa cinta, meski hanya secuil. Biarkan rasa itu perlahan merayapi kening....damai. Biarkan rasa itu mulai memberkahi lebih dari sekadar pelarian derita. Cinta itu akan memberi kekuatan emosional untuk tetap tegar melangkah dalam membimbing dan mengarahkan buah kasih dalam perjalanan panjang.

Berhentilah dari perasaan menyiksa diri dengan pertanyaan �kenapa ?�. Terkadang emosi hanya bisa menyalahkan siapa, tanpa peduli dengan pertanyaan "apa ?".

Percayalah...diujung pencarian masih ada setapak jalan untuk melangkah. Masih ada haru yang akan mengobati luka. Masih ada ruang sempit untuk memasang bingkai. Masih ada kesopanan & penghargaan yang pantas diterima. Hanya soal kepedulian yang mungkin ter-kesampingkan, tapi percayalah....bahwa berbagi cerita dalam pergulatan peluh akan mengobati rasa duka.

Ketika detak nafas mulai berpacu dan bulir keringat memberikan kesaksian, mungkin kedamaian akan sedikit melegakan. Lalu.......satu demi satu rangkaian kata akan kembali tertata memahatkan sebuah cerita yang takkan terlupa.

Samarinda, 15 April 2012

Seberkas Kenangan Manis

|| || , || Leave a komentar

SEBERKAS KENANGAN MANIS
Puisi Erik Hidayat

Hari demi hari terus berlalu melewati siang dan malam
Hingga tak terasa aroma nostalgia kembali bersemi dan
mewangi mengharumi bulan Agustus ini.
Ya� bulan yang telah banyak menyimpan angan dan kenangan
Bersamamu. Ingatkah kamu?

Wahai yang kurindu;
Ketika pertama kali kita bertemu, berjanji dan bersatu.
Seakan dunia ini hanya milik kita berdua,
Seakan alam pun berdendang ria, memandang kita ceria
Bahkan aku sempat berfikir bahwa aku terlahir ke dunia ini
Hanya untuk membuatmu bahagi, ya�membuatmu bahagia!
Sehingga apapun yang kamu inginkan,
Aku selalu berusaha keras agar dapat memberikannya,
meski terkadang harus ku korbankan segenap jiwa ragaku,
meski aku harus menderita, kecewa, dan luka!
Ya� sekalipun langit mendung, gelap malam untukku.

Wahai belahan jiwaku, masih ingatkah kamu?
Ketika kita bernyanyi bersama di sore itu,
Kau tersenyum mesra padaku. Mungkin itu,
Senyum pertama dan senyum termanis yang pernah kulihat
Seakan hasratku merekah dan hatiku tergugah untuk
Membelaimu dibawah naungan gemerlapnya bintang-gemintang,
Dan indahnya sinar bulan. Ingatkah kamu?
Ketika kita makan malam bersama di malam itu,
kau menatapku dengan sorot matamu yang berbinar.
Sepertinya bias bening bola matamu mampu
merubah gelap gulitanya malam menjadi fajar yang cerah.
Dan disitu pula, Kuberikan serangkaian bunga-bunga indah
sebagai tanda kasih sayangku padamu, ingatkah kamu?

Wahai Sariku, itu hanya seberkas kenangan manisku
Yang masih terkemas rapi dalam setiap ingatanku
Meski terkadang aku harus sedih, jerih dan letih
mengikuti liku hidupku, tapi seberkas kenangan manis kan terkenang slalu
Sariku, semua ini hanyalah puisi penghibur kalbu
yang mungkin dapat melebur keruhnya suasana di
batinku, yang kini tengah pilu meratapi kisah cintaku,
bersamamu.
Entah apa yang bakal terjadi lagi?
yang tersirat dalam garis tanganku
Akau hanya bisa berdo�a, semoga Tuhan
mendengar keluhan dan harapanku. Wahai Sariku,
semua ini hanyalah kata-kata, tapi ini lebih indah
dari bintang-bintang di angkasa.
Ya�ketika seberkas kenangan manisku teringat kembali olehku,
di bulan agustus ini, yang mungkin akan menjadi kelabu�

Copyright � Erik Hidayat

Cinta Setengah Mati

|| || , || Leave a komentar

CINTA SETENGAH MATI
Puisi Vista Citra Puspita Swari

Mencintaimu adalah suatu hal yang paling indah dalam hidupku
Namun kau telah menyakitiku
Kau pergi bersamanya
Ku tak bisa menahan rasa sakit hati ini

Aku tulus mencintaimu
Namun kau tak mengerti
Kau tak tau apa arti cinta
Kejadian ini membuatku membenci cinta

Aku belum bisa merelakanmu bersamanya
Hati ini sungguh sakit
Kau membuatku jadi patah hati
Namun aku akan menunggumu hari ini dan samapai mati

Arti Sebuah Kata Cinta

|| || , || Leave a komentar

ARTI SEBUAH KATA CINTA
Puisi Angel Nayoan

Apalah arti cinta
Cinta hanyalah sebuah kata
Yang tak berwujud dan tak berbentuk
Inikah arti cinta itu

Nyaris ku tak tau
Arti cinta sebenarnya
Bagiku itu hanyalah seuntaian kata
Yang tak ada arti yang hanya terucap namun tak ada kepastian
Yang hanya meninggalkan luka di hati

Getaran cinta yang datang tak
Merubah sedikitpun hati ini
Hati ini seperti air yang menjadi beku tak berdaya lagi
Yang bila jatuh menjadi butiran kecil
Yang menyakitkan dan berbahaya

Ibarat sebuah cermin yang retak dan rapuh
Yang hanyalah menjadi pajangan tak berguna.

Harapan Hampa

|| || , || Leave a komentar

HARAPAN HAMPA
Puisi Anun sieGadiz PenjagaHati

SepeRti kemaRau yanG menanti Hujan,
SepeRti itu lha Qu menantimu . . .
Menanti cinta yang tak Lagi ada...
:'(

InGin Rasanya Qu mengakHiRi penantian Hampa ini...
Tapi,qu tak bisa,,
Ku tak bisa menginGkaRi nuRani ini...

Bagaimana munGKin qu biza mengakhirinya??
SementaRa angan qu tak pernah lepas memikiRkan mu....

Entah kapan penantian ini akan beRakhiR..
Tak sanggup lg qu memikulnya,,
TeRkadang qu merasa tak mampu lg berharap.....
Tak sanggup lagi nafas ini mengeja namamu...

TeRasa letih sudah jiwaqu menantimu...
Tapi,
Hanya karna cinta jua lha aku terus bertahan . . .

Dan kini...
Harapan qu akan DiRimu sepRti meneui titik penghabisan,
Bukan karena kalah,
Tapi,
karna LelaH...
:'(

Terlambat - Puisi

|| || ,, || Leave a komentar

TERLAMBAT
Puisi Awaliya Nur Ramadhana

Sanggupkah kata
Menguraikan semua rasa
Suka dan Duka
Yang sudah menjadi sobat dunia

Jelas kau menghilang cepat
Hanya Karena waktu yang telah lewat
Dan sengaja membuatku terlambat
Menempati sebuah tempat
Jauh tersimpan rapat
Dalam hatimu�
Yang selalu tidak menentu

Sekejap cahaya di matamu
Selalu memberikanku harapan
Yang mungkin hanya rangkaian taktik cemerlang
Yang kau buat khusus untukku
Hanya untuk menciptakan khayalan tinggi
Yang membuatku jatuh dari mimpi

Biarlah jatuh ke jurang
Yang kau buat untukku seorang
Karena ku hanya pengkhayal
Yang tak tahu artinya sial

Kemunafikan dari Mulut Manismu

|| || , || Leave a komentar

KEMUNAFIKAN DARI MULUT MANISMU
Puisi Tata Tardiana

Kata2mu tllu tnggi ketika d.ucapkan,,,
Dan,
Kalimatmu tllu hebat untuk d.dengarkan,,,
Betapa hebatnya kamu dgn semua bualan2 yg kmu kluarkan,,,
Sehingga membuat semua org percaya dengn semua omong kosong yg kmu rekayasa,,,,

Tapi pa dgn sebuah kenytaan yg terjadi,,
Kamu tak jauh dr pa yg kamu ucpkan tu,,
Menjilat ludahnya sendiri tanpa kamu sadari,,,
Berkata jjur dan apa adany tu sngat sulit,,

Ungkapan Isi Hati

|| || ,, || Leave a komentar

UNGKAPAN ISI HATI
Puisi Amien Lee

Hati membiru,,,
Denyut nadi berpacu,,,
Kerana kasihku,,,
Penuh sesal membatu...

Serasa jauh,,,
Pilihan hati tiada disisiku,,,
Janji yang melekat padamu,,,
Dan ingatlah aku...

Teramat lama,,,
Rasaku tak tercurah,,,
Meski berbeda,,,
Takkan berubah..

Pantaskah sendiri,,,
Ku perangi sepi,,,
Di satu sisi,,,
Masih ada hati,,,
Yang merelakan janji,,,
Matipun sudi...

Berteman gelap,,,
tiada sinar tertatap,,,
saat rindu berharap,,,
hangat peluk mendekap...

Sakit yang terhapus,,,
Tiada lagi terkilas,,,
Bagai ari perih teriris,,,
Penuh sayat luka gores...

Dan selalu,,,
Tak terendap masaku,,,
Walau senja langkahku,,,
Walau jua ragaku,,,
Kita tetap satu,,,
Sampai di hari itu,,,
Lenyap tiada restu...

Ku Ingin Sendiri

|| || , || Leave a komentar

KU INGIN SENDIRI
Puisi Akhmad Roji

Ku ingin sendiri.
Hanyut dalam sepi,
lirih menyendiri dalam balutan angin malam.

Kemanakah cinta yang ku nanti?
Menghilang ditelan badai..!
Taukah kau kasihku berada?
Enyah diterjang ombak..!

Semua punah,
harapan dan penantian
tercebur dalam samudra keheningan.

Biarkan ku sendiri
dalam karang kebisuan
Terpenjara dalam perut ikan hiu.

Terlambatlah Sudah

|| || , || Leave a komentar

TERLAMBATLAN SUDAH
Puisi Retno Fitriyani

Kini hatiku tertutup untukmu...
Cukup sudah penderitaanku..
Mengapa dulu kau tinggalkan diriku..
Tanpa pesan apapun padaku

Kala itu cintaku sedang hancur
Kau biarkan menjadi layu
Kini kau datang lagi padaku
Setelah kau tinggalkan diriku

Terlambatlah sudah!!! 

Aku & Kamu

|| || ,, || Leave a komentar

AKU & KAMU
Puisi Anis Fitri Andriani

Andaikan aku bisa gantikan dia di hatimu
yang telah merebut tahtaku di hatimu
mencoba mengulang kembali masa lalu itu

Sejujurnya aku masi ingin denganmu
selama ini bukan aku telah melupakan mu
tapi, aku menyendiri

Mencoba mencari dan mencari
kepingan hatiku yang patah karena mu
kesakitanku terselimuti senyuman
senyum yang datang dengan kepalsuan

Aku yang Tersakiti

|| || ,, || Leave a komentar

AKU YANG TERSAKITI
Puisi Ridwan

Betapa indah nya waktu kita bersma
Kita saling berbagi cerita cinta,,
Bahkan suka duka kita alami berdua,,

Teringgat saat ku peluk dirimu
Ku belai rambut mu,,
Ku kecup kening mu..

Kini kemesraan itu tinggal sebuah kenangan yg munggkin pahit rasa nyaa
Setelah kau pergi tinggal kan cinta kita hanya demi dia,

Munggkin aku tak sempurna seperti dya
Tapi aku punyaa cinta
Munggkin aku tak lebih kya dari dia
Karna munggkin akukeluarga sederhana,,

Kini kau bahagia bersma dya
Dan BARU KU SADARI TERNYATA KAU PENKHIANAT CINTA......

Inspirasiku

|| || , || Leave a komentar

INSPIRASIKU
Puisi Stella Maraszona

Menambah lembaran lembaran baru suatu kegelisahan ku..
Lembaran yang penuh makna bagiku
Memang tak kan berarti buat kalian
Tapi selembar kertas itu membuat ringan perasaanku tatkala kegelisahan ini melandaku
Setetes air mata berjatuhan dilembaran kertas kelabu itu
Berharap tak ingin mengulangi suatu peristiwa yang mengejutkan hati ini

Hanya kepenatan yang ada dibenakku
Merasa ingin memiliki suatu alam yang damai dan merasakan indahnya kasih sayang seutuhnya
Terimakasih lembaran..
Kaulah inspirasiku
Dan terimakasih ..
Sudah menemaniku disaat ku sedang bersedih :) ???�

Terbang

|| || ,, || Leave a komentar

TERBANG
Puisi Wenny Widyastuti

Begitulah cara kau terbang
Tinggalkanku di sini, dalam kelam
Di antara bayang-bayang hitam
Di tengah pisau yang siap menikam
Kau kepakkan sayapmu setinggi awan
Bersama ribuan angan
Yang kan mengajakmu dalam kenistaan

Dan ketika kau tak sadar
mengapa pengorbananku yang harus berkobar?

Kau terbang tinggi, setinggi awan
Melupakanku, dalam kesendirian
Mungkin, aku telah kau lupakan
Tapi nadiku tetap rasakan,

hangatnya cintamu...

Kapan kau kembali datang?
Kembali bersamaku tertawa?
Namun semua anganku pun terbang,
bersamamu...

*Pati, March 8th 2011*
For my ex-...

Serpihan Luka

|| || ,, || Leave a komentar

SERPIHAN LUKA
Puisi Siti Halimah

Cinta yang dibangun dalam keistimewaan,
sekarang telah berubah menjadi perangai duri kebencian.

Dalamnya hati yang telah disakiti,
membuat jiwa ini tak sanggup lagi untuk bertahan.

Hanya keajaiban yang bisa mempersatukannya.
Mengumpulkan kembali benih-benih cinta yang telah terbang,
Mencari celah kasih sayang yang telah lama menghilang, dan
memperbaiki serpihan luka yang telah tersakiti.

Begitu banyak canda dan tawa diantara kita.
Begitu banyak kisah cinta yang terjalin diantara kita,
namun semua itu telah sirna !!
sirna bagaikan debu yang tersapu angin luka.

Walaupun waktu bisa kembali,
hati ini akan tetap membeci orang yang pernah melukainya...

Cinta dalam Kebohongan

|| || ,, || Leave a komentar

CINTA DALAM KBOHONGAN
Puisi Siti Halimah

Disaat sajak sajak cinta mulai berkata,
Hatiku bisu tanpa ada suara

Mengapa ?
Mengapa Tuhan ?
Apakah ini takdirku ?

Disaat aku sudah membuka hatiku,
Ternyata dirinya telah mendustai cintaku..

Apakah sesedih ini takdirku ?
Mengapa aku dihadapkan di posisi yang sulit ?
Mengapa dari dulu dirinya tak berkata jujur,
Kalau dirinya telah telah dimiliki orang lain ?

Ya Tuhan...
Renggutlah nyawa ini ?
Lebih baik aku tersiksa oleh ibu tiri,
Dari pada, aku harus tersiksa oleh pedinya cinta

Aku mungkin bisa mengikhlaskannya,
Aku juga mungkin bisa memaafkannya,
Tapi satu yang tak bisa ku maafkan,
Disaat dirinya mencintaiku dalam kebohongan.

Pengorbananku

|| || ,, || Leave a komentar

PENGORBANANKU
Puisi Siti Halimah

Apa yang kau mau ?
Sudah cukup hati ini tersiksa.
Apa salahku ?

Apa benar, CINTA yang suci itu butuh pengorbanan ?
Tapi kenapa ? Pernahkah kau menghargai CINTAku ?
Kau bahkan mengacuhkan ku tanpa sebab.

Apa kau sadar, selama ini kau tak pernah sama sekali membuka hati ?
Betapa besarnya CINTAku padamu
Tapi, kau tak pernah sedikitpun membuka hatimu untukku !

Jika ini yang terbaik, aku akan rela,
Aku akan rela untuk melepasmu bersamanya.
Selamat tinggal kasih...