Tampilkan postingan dengan label Puisi Perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Perjuangan. Tampilkan semua postingan

Pahlawanku - Puisi Nindita Kusumawati

|| || , || Leave a komentar

PAHLAWANKU
Puisi Nindita Kusumawati

Oh Pahlawanku
Kau sangat berjasa dan setia pada negeri ini
Kau telah pertaruhkan jiwa ragamu
Demi Indonesia ini
Sampai titik darah penghabisanmu
Lihatlah oh Pahlawanku
Perjuanganmu tak ternilai harganya
Tak peduli darahmu terus mengalir
Karena kau tak tega
Melihat beribu pasang mata
Yang tersiksa dan menderita

Semangatmu tak mengenal putus asa
Tak hanya setinggi tiang
Bendera merah putih saja
Merahnya menggambarkan semangat
Yang terus membara
Putihnya menunjukkan hati
Yang bersih nan suci
Bagaikan sutra putih yang lembut dan wangi

Tapi sekarang kau telah gugur
Dalam medan perang
Namun semangatmu tuk merdeka tak pernah hilang
Sayang beribu kali sayang
Engkau yang dulu berjuang
Kini telah tiada
Ku harap kau bisa tenang di atas sana
Kini hanyalah doa
Yang bisa ku beri untukmu
Sekali lagi terima kasih Pahlawanku

Bangkit Kembali

|| || , || Leave a komentar

BANGKIT KEMBALI
Puisi Dinda Aulia

Sinar hariku,, lama ditutup kegelapan�
Kucoba untuk berpikir..berpikir..dan berpikir�.
Oh,,ada kesalahan �
Kesalahan yang tajam�

Kucoba untuk bangkit�
Untuk menjadi insane yang bermartabat�
Untuk menjadi orang yang bermanfaat�
Hatiku mengatakan sepakat�

Bangun hatiku� Bangun !!
Masih banyak harapan �
Raihlah segala kemenangan �
Walau banyak,,tantangan�
Oh ,, hariku �.

Rumput Liar

|| || , || Leave a komentar

RUMPUT LIAR
Puisi Recky Fernande

Kusapa dedaunan yang bergoyang
Ku sapa hamparan jalanan �jalanan liar
Di mana ka pelatan bangsa ku berada?
Takkala ku berpikir dalam ilusi �ilusi ku

Apakah negeri ini dapat berubah ?
Wahai rumput liar yang bergoyang.
Dikau yang slalu terinjak �injak
Di tengah keputusan �keputusan mereka ,
Para pelakon negeri ini....

Wahai rumput liar yang bergoyang
Dimana ka,hembusan �hembusan angin mu,
Mari ,hembuskan itu....hembuskan itu,

Wahai rumput liar yang bergoyang
Ku tak ingin meliat mereka sengsara ,
Meratap ,kepilauan di tengah pesta penindasan
Oleh mereka sang pengambil kebijakan

MAKASSAR
09-04-2012

Tanah Airku

|| || , || Leave a komentar

TANAH AIRKU
Puisi Abdul Tata

Angin berdesir dipantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah aku menutup mata
Oh..... tanah airku tercinta
Indonesia jaya.....

Kapitalis Menolak Krisis

|| || ,, || Leave a komentar

KAPITALIS MENOLAK KRISIS
Puisi Dias  Nurhadias

Lelah menyerpih pada setiap denyutan jam
Sosok itu masih membanting tulang
Mungkin takan dihentikan sebelum remuk
Sebelum kepingan uang menjadi emas

Sungguh malang nasibmu nak !
Menanti di mengerti namun tak kunjung datang
Sudahlah kupikir kau tinggal menunggu mati !!
Atau pergi dengan harapan mendapatkan pengertian

Mereka hanya peduli akan laba
Sedikit saja berkurang bibir mereka peka
Pikirkan juga tuan manusia terlahir merdeka

Kumpulan Puisi Perjuangan Terbaru 2012

|| || ,, || Leave a komentar

Puisi Perjuangan - Kemerdekaan memang sudah didapatkan oleh bangsa kita melalui Perjuangan para Pahlawan kita yang mempertaruhkan darah, Jiwa dan raganya untuk bangsa kita, dan saatnya kita mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan menghormati para Pahlawan kita yang membuat hidup kita terlepas dari sebuah penjajahan, Terimaksih para para pahlawan kita yang telah merebut kemerdekaan bangsa ini dari para penjajah, kami hanya bisa mengisi kemerdekaan ini dalam bentuk sebuah Sajak atau Puisi untuk mengenang jasa-jasamu dan berikut ini adalah Kumpulan Puisi Perjuangan yang anda bisa Baca.

Puisi Perjuangan
Kumpulan Puisi Perjuangan


SATU MIMPI SATU BARISAN
Oleh Wijil Tukul

Di lembang ada kawan sofyan
jualan bakso kini karena dipecat perusahaan
karena mogok karena ingin perbaikan
karena upah ya karena upah

Di ciroyom ada kawan sodiyah
si lakinya terbaring di amben kontrakan
buruh pabrik teh
terbaring pucet dihantam tipes
ya dihantam tipes
juga ada neni
kawan bariah
bekas buruh pabrik kaos kaki
kini jadi buruh di perusahaan lagi
dia dipecat ya dia dipecat
kesalahannya : karena menolak
diperlakukan sewenang-wenang

Di cimahi ada kawan udin buruh sablon
kemarin kami datang dia bilang
umpama dironsen pasti nampak
isi dadaku ini pasti rusak
karena amoniak ya amoniak

Di cigugur ada kawan siti
punya cerita harus lembur sampai pagi
pulang lunglai lemes ngantuk letih
membungkuk 24 jam
ya 24 jam

Di majalaya ada kawan eman
buruh pabrik handuk dulu
kini luntang-lantung cari kerjaan
bini hamin tiga bulan
kesalahan : karena tak sudi
terus diperah seperti sapi

Di mana-mana ada sofyan ada sodiyah ada bariyah
tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
di mana-mana ada neni ada udin ada siti
di mana-mana ada eman
di bandung - solo - jakarta - tangerang

Tak bisa dibungkam kodim
tak bisa dibungkam popor senapan
satu mimpi
satu barisan

Bandung 21 Mei 1992
DIBALIK SERUAN PAHLAWAN
Oleh Zshara Aurora

Kabut,
Dalam kenangan pergolakan bumi pertiwi
Mendung,
Pertandakah hujan deras
Membanjiri asa yang haus kemerdekaan
Dia dan semua yang ada menunggu keputusan sakral

Serbu.... Merdeka atau mati.. Allahu Akbar
Titahmu terdengar kian merasuk dalam jiwa
Dalam serbuan bambu runcing menyatu
Kau teruskan bunyi-bunyi ayat suci
Kau teriakan semangat juang demi negeri
Kau relakan terkasih menahan terpaan belati
Untuk ibu pertiwi..

Kini kau lihat,
Merah hitam tanah kelahiranmu
Pertumpahan darah para penjajah keji
Gemelutmu tak kunjung sia
Lindungan-Nya selalu dihatimu
Untuk kemerdekaan Indonesia abadi..
PEMUDA UNTUK PERUBAHAN
Puisi Ananda Rezky Wibowo

Indonesia Menangis
bahkan tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tak peduli rakyatnya mengemis

Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanyalah khayal
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisah hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan hanya tinggal diam kawan
mari bersatu ambil peranan
sebagai pemuda untuk perubahan...
PERJUANGAN TAK PASTI
Puisi Rhindy Marfiyanti

Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa

Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu

Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman

Oh tuhan��.
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

Hidupku���.
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan
PENGORBANAN
Puisi Siti Halimah

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan, jauh ntah kemana ?

Bagaikan pungguk merindukan rembulan,
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam,
dan Bulan yang menjadi Tahun.

Sekian lama telah menanti,
Dirinya tak jua terlepas.

Andai diriku sang Ksatria,
Aku sudah pasti menyelamatkannya.

Namun semua itu hanya mimpi.
Dirinyalah yang harus berusaha
untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.
PAHLAWAN KU
Puisi Rezha Hidayat

Ohh........ Pahlawan ku
Bagaimana ku bisa
Membalas jasa-jasa mu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumurkan darah
Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu

Engkau rela mengorbankan nyawa mu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin  
Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri
Ohh......... pahlawan ku Engkau lah Bunga Bangsa

INDONESIA, AKU MASIH TETAP MENCINTAIMU
Puisi Ahmadun Yosi Herfanda

Indonesia, aku masih tetap mencintaimu
Sungguh, cintaku suci dan murni padamu
Ingin selalu kukecup keningmu
Seperti kukecup kening istriku
Tapi mengapa air matamu
Masih menetes-netes juga
Dan rintihmu pilu kurasa?

Burung-burung bernyanyi menghiburmu
Pesawat-pesawat menderu membangkitkanmu
Tapi mengapa masih juga terdengar tangismu?
Apakah kau tangisi hutan-hutan
Yang tiap hari digunduli pemegang hapeha?
Apakah kau tangisi hutang-hutang negara
Yang terus menumpuk jadi beban bangsa?
Apakah kau tangisi nasib rakyatmu
Yang makin tergencet kenaikan harga?
Atau kau sekadar merasa kecewa
Karena rupiahmu terus dilindas dolar amerika
Dan IMF, rentenir kelas dunia itu,
Terus menjerat dan mengendalikan langkahmu?

Ah, apapun yang terjadi padamu
Indonesia, aku tetap mencintaimu
Ingin selalu kucium jemari tanganmu
Seperti kucium jemari tangan ibuku
Sungguh, aku tetap mencintaimu
Karena itulah, ketika orang-orang
Ramai-ramai membeli dolar amerika
Tetap kubiarkan tabunganku dalam rupiah
Sebab sudah tak tersisa lagi saldonya!

Jakarta, 1997/2008
INDONESIAKU KINI
Puisi Awaliya Nur Ramadhana

Negaraku cinta Indonesia 
Nasibmu kini menderita 
Rakyatmu kini sengsara 
Pemimpin yang tidak bijaksana 
Apakah pantas memimpin negara  
yang aman sentosa

Oh Indonesia tumpah darahku 
Apakah belum terbit, 
Seorang pemimpin yang kita cari
Apakah rasa kepemimpinan itu  
masih disimpan di nurani
Tertinggal di lubuk hati 
Tak dibawa sekarang ini 

Rakyat membutuhkanmu
Seorang Khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Menyantuni fakir miskin
Mengasihani anak yatim

Kami mengharapkan pemimpin 
yang soleh dan solehah
Pengganti tugas Rasulullah
Sebagai seorang pemimpin ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah

Andaikan kutemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin agama
Seorang pemimpin  Indonesia

Hanya Allah Yang Mengetahuinya
NEGERI IMPIAN
Puisi Efoel Lintang

rembulan terbit dari barat, seperti wajahmu yang bulat
seakan menyiratkan yang tak tersurat
dibalik kharisma kemilaunya cahaya yang semburat
menghipnotis hati biar terpikat
lemah gemulai gerakanmu
iringi lagu rindu yang mendayu
sendu tatap matamu  menghiba pelepas rindu
tujuh purnama telah kau tunggu
tujuh negeri telah kau lewati
masih belum kau temui apa yang kau cari
diantara bimbangnya hati
apa sebenarnya yang kau cari
tanpa jawab yang kau dapati
bertambah galaulah hati
melihat nasib ini negeri
anak kurang gizi
bergelimpangan bayi mati
ibu-ibu tak punya asi
menggilanya aborsi
merajalelanya multilasi
ditingkahi bobroknya birokrasi ini negeri

lubuklinggau, 18 januari 2012
NEGERI INI

Saat sarafku dipengapkan meja 1/2 biro
Kupahat hatiku itu lagi
Pada prasasti tugu negriku
Agar para pahlawan negri ini

Tak lagi keluhkan sesal
Harus lahir di negri ini
Sudirman-sudirman reformasi
Harus berkembang di negri ini
Sukarno-sukarno reformasi
Harus bangkit di negri ini
Suharto-suharto reformasi

Agar diponegoro tak lagi keluhkan java
Agar wolter monginsidi tak tangisi celebes
Agar Patimura tak sia-siakan maluku
Agar Indonesiaku
Tak lagi tangisanku

Maba, 9 Juli 2008
Semoga Puisi Perjuangan diatas bisa meotivasi kita untuk lebih baik lagi dan mampu menghargai semua jasa jasa Pahlawan kita yang bisa membawa kita kekehidupan yang lebih layak lagi di Negeri Indonesia tercinta ini, SHARE atau Like jika suka Puisi Perjuangan diatas.

Pemuda Untuk Perubahan

|| || , || Leave a komentar

PEMUDA UNTUK PERUBAHAN
Puisi Ananda Rezky Wibowo

Indonesia Menangis
bahkan tercabik
dengan hebatnya penguasanya korupsi
tak peduli rakyatnya mengemis

Kesejahteraan tinggallah angan
keadilan hanyalah khayal
kemerdekaan telah terjajah
yang tersisah hanya kebodohan

Indonesiaku, Indonesia kalian
jangan hanya tinggal diam kawan
mari bersatu ambil peranan
sebagai pemuda untuk perubahan...

Perjuangan Tak Pasti

|| || , || Leave a komentar

PERJUANGAN TAK PASTI
Puisi Rhindy Marfiyanti

Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa

Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu

Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman

Oh tuhan��.
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

Hidupku���.
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan

Pengorbanan

|| || ,, || Leave a komentar

PENGORBANAN
Puisi Siti Halimah

Mengucur deras keringat
Membasahi tubuh yang terikat
Membawa angan, jauh ntah kemana ?

Bagaikan pungguk merindukan rembulan,
Jiwa ini terpuruk dalam kesedihan

Pagi yang menjadi malam,
dan Bulan yang menjadi Tahun.

Sekian lama telah menanti,
Dirinya tak jua terlepas.

Andai diriku sang Ksatria,
Aku sudah pasti menyelamatkannya.

Namun semua itu hanya mimpi.
Dirinyalah yang harus berusaha
untuk membawa dirinya pergi dari kegelapan abadi.

Menilik Kelapukan Raga

|| || , || Leave a komentar

MENILIK KELAPUKAN RAGA
Puisi Deska Chayoo

LapUknya perahu yg mNjadi tmpatku b'Layar
mNjadikan kaki ku suLit tUk m'Langkah lagi
smua pEtuaLangan bagai b'akhir dLm jLan k'gaLauan
mimpi bsar ku trus t'ombang_ambing d tNgah_tNgah badai ombak yg enggan mEnepI
kUsUt dan tak tErurus ituLah layar perahu tmpat ku b'pijak kini
kompas yg ku bwa sulit m'nunjukkan suatu arah
wLw s'kedar tUk mNgisyaratkan k'beradaan suatu pulau
t'ombang-ambing dan t'ombang-ambing
s'org diri ku d tngah lautan yg hitam
laut yg trasa pahit dan m'racuni
tnpa s'org awk yg mNgikuti
akuLah yg s'org diri
yg msih m'cari sebuah dermaga tuk tmpat ku b'Labuh... 

Lang Ling Lung

|| || , || Leave a komentar

LANG LING LUNG
Puisi Johar Jibriliyansah

khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
memutar balikkan segala yang ada
kaki menjadi kepala, kepala menjadi kaki
banyak ribuan benar menjadi salah

ditanganmu kata menjadi sebilah belati
ribuan kata baik yang terucap sampai kelangit
tanpa tangan kau angkat, tanpa kaki kau langkahkan
hanya bisa berdiri kaku diatas mimbar kekuasaan
menjadikan pikiran sebagai alat pemerasan
kau terus saja berkata, berkata, dan berkata
menebar pesona dengan bau bangkai dimana mana

Langkah Ritmis Kaki Anjing

|| || ,, || Leave a komentar

LANGKAH RITMIS KAKI ANJING
Puisi Hari Jogja

Berjalan dengan keempat kakinya menyusur lorong gelap kota,
dimana wanita-wanita berkutang saja
melongok lewat jendela kamarnya dan laki-lakinya menyulut rokok hingga membara.

Suara langkah serupa kerikil menimpa genting,
begitu ritmis beradu kuku dan ubin,
gelak tawa dan desahan kecil-kecil si anjing masih sibuk dengan lorong gelapnya,
sedang aku masih sibuk menyantap beberapa tusuk sate telur puyuh
sembari menatap ngeri pada malam kotaku.

harijogja

Pahlawanku

|| || , || Leave a komentar

PAHLAWAN KU
Puisi Rezha Hidayat

Ohh........ Pahlawan ku
Bagaimana ku bisa
Membalas jasa-jasa mu
Yang telah kau berikan untuk bumi pertiwi

Haruskah aku turun ke medan perang
Haruskah aku mandi berlumurkan darah
Haruskah aku tertusuk pisau belati penjajah
Aku tak tahu cara untuk membalas jasa mu

Engkau rela mengorbankan nyawa mu
Demi suatu kemerdekaan yang mungkin  
Tak bisa kau raih dengan tangan mu sendiri
Ohh......... pahlawan ku Engkau lah Bunga Bangsa

Indonesiaku Kini

|| || ,,,, || Leave a komentar

INDONESIAKU KINI
Puisi Awaliya Nur Ramadhana

Negaraku cinta Indonesia 
Nasibmu kini menderita 
Rakyatmu kini sengsara 
Pemimpin yang tidak bijaksana 
Apakah pantas memimpin negara  
yang aman sentosa

Oh Indonesia tumpah darahku 
Apakah belum terbit, 
Seorang pemimpin yang kita cari
Apakah rasa kepemimpinan itu  
masih disimpan di nurani
Tertinggal di lubuk hati 
Tak dibawa sekarang ini 

Rakyat membutuhkanmu
Seorang Khalifatur Rasyidin
Yang setia dalam memimpin
Menyantuni fakir miskin
Mengasihani anak yatim

Kami mengharapkan pemimpin 
yang soleh dan solehah
Pengganti tugas Rasulullah
Sebagai seorang pemimpin ummah
Yang bersifat Siddiq dan Fatanah

Andaikan kutemukan
Seorang pemimpin dunia
Seorang pemimpin agama
Seorang pemimpin  Indonesia

Hanya Allah Yang Mengetahuinya

Negeri Impian

|| || ,,, || Leave a komentar

NEGERI IMPIAN
Puisi Efoel Lintang

rembulan terbit dari barat, seperti wajahmu yang bulat
seakan menyiratkan yang tak tersurat
dibalik kharisma kemilaunya cahaya yang semburat
menghipnotis hati biar terpikat
lemah gemulai gerakanmu
iringi lagu rindu yang mendayu
sendu tatap matamu  menghiba pelepas rindu
tujuh purnama telah kau tunggu
tujuh negeri telah kau lewati
masih belum kau temui apa yang kau cari
diantara bimbangnya hati
apa sebenarnya yang kau cari
tanpa jawab yang kau dapati
bertambah galaulah hati
melihat nasib ini negeri
anak kurang gizi
bergelimpangan bayi mati
ibu-ibu tak punya asi
menggilanya aborsi
merajalelanya multilasi
ditingkahi bobroknya birokrasi ini negeri


lubuklinggau, 18 januari 2012

Simponi Untuk Rumi

|| || ,,,, || Leave a komentar

SIMPONI UNTUK RUMI
Puisi Cucuk Espe

/1/
Mestinya hujan turun malam ini
Agar embun berkicau esok pagi
Di pucuk dedaun di sela angin
Dan jatuh di lorong bebatuan dingin
Seperti syair Rumi tentang alam damai
Semesta tanpa bentak-bantai
Semesta tanpa air mata di lantai

�Aku tak hidup seperti air
Yang diam terus mengalir
Meski takdir menghantam
Dan hidup telungkup di titik nadir�

�Aku adalah hitam bebatu
Hidup harus saling tipu
Makrifat jaman baru
Sekedar hidup matikan kalbu�

/2/
Mestinya tak ada badai malam ini
Biarkan gelombang pasang melandai
Tapi apakah artinya menjadi manusia
Jika amarah menjadi agama
Jika amuk massa adalah syariatnya
Jika caci maki rukun doanya

�Manusia baru harus siap diadu
Seperti binatang di altar Romawi
Jauhkan hasrat manusiawi
Karena di sini dilarang menjadi
Makhluk sejati seperti syair Rumi�

�Kisah kebaikan telah usai
Sejak merahnya matahari tenggelam
Oleh beringas hujan tanpa henti
Dan Tuhan meninggalkan urat nadi
Seperti simponi tak selesai�

Jakarta, 2011

Curhatku

|| || , || Leave a komentar

CURHATKU
Puisi Yani Khanifah

sinisnya matanya memandangq
q tak peduli,,
bukan urusanq...
terserah mereka berkata apa...
aku,,,,ya tetap akku...
q tak peduli dg apa pendapat mereka tentangku,,,

tapi q bosan,,,,
bosan begini terus,,,
capek,,,,
ingin akku untuk beristirahat,,,,,,,,
sejenak.

Bukti dan Saksi Keberadaan Kita

|| || ,, || Leave a komentar

BUKTI DAN SAKSI KEBERADAAN
Puisi Penyair Tanpa Nama

Kitalah bukti dan saksi pencurian hasil bumi
darat dan laut beroramakan penghianatan
kayu-kayu tak dibiarkan menetapi tanahnya
ikan-ikan merenangi lautan asing

Kitalah bukti dan saksi perdagangan harga diri
ribuan paduan suara menyanyikan lagu kebangsaan
: INDONESIA RAYA, sumbang!
sanjungan untuk inspektur upacara kemerdekaan
:penghianat yang lari dari medan perang itu

Bangsa ini kawan, lahir dari darah dan airmata
tigaratus limapuluh tahun sejarah perjuangan terbentang
nenek moyangmu gugur di hutan, tenggelam di dasar lautan
kita menjadi bukti dan saksi anak cucu pejuang menjadi pecundang!

Bangkit!
bangkit sebelum bangsa ini menjadi panggung hiburan
hentikan kepura-puraan dalam upacara kemerdekaan
bungkam suara-suara sumbang yang diperdagangkan
kita, kita kawan yang tertinggal dalam bentang keberadaan

CILEGON-BANTEN
28-11-11